Rilex Archive

Kisah kakak kelas dan adik kelas (part 2)

Salam Sejahtera untuk Anda semua… Mari kita memulai hari kita dengan senyuman. ini sederhana tetapi dampaknya luar biasa. Oke. Hari ini saya kisahkan percakapan antara adik kelas dan kakak kelas. Bagi Anda yang suka mengisi seminar, training, atau guru dikelas beberapa kisah-kisah dapat Anda pakai dalam kelas

Kisah Adik Kelas dan Kakak Kelas (Lol edition)

Pernah jadi Kakak kelas atau kakak angkatan? Pernah jadi adik kelas?   Tentu saja pernah bagi Anda yang merasakan jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Menurut Anda lebih keren yang mana? Jadi kakak kelas atau adik kelas? Yang pasti Anda sudah keren, dari lahir… 🙂 Incoming

Greget

Senang sekali kalau kita berinteraksi dengan seseorang yang memiliki karakter yang humoris. Selain kadang kita menunggu-nunggu kata yang dia lontarkan, terkadang juga kita menunggu ulah yang akan dia tunjukkan. Dan sayangnya tidak semua orang mengeluarkan sisi humorisnya dari dalam dirinya. Mereka lebih nyaman jika mereka melakukan atau

Aku Kuat, Aku Ra Popo

Aku sudah belajar keras Usaha Sudah maksimal, Tapi hasil yang aku terima belum optimal, “aku harus bilang apa coba?”   Aku sudah lembur setiap hari, siang dan malam aku habiskan untuk menulis,  Tapi skripsiku ngak selesai-selesai, “aku harus bilang apa coba?” Incoming search terms:aku ra popo (15)

Orang Indonesia lebih sibuk Action

Akhir – akhir ini banyak berkembang sosial media… Sebagai pionernya salah satunya adalah face book… kesuksesan FB ini membuat banyak negara berlomba-lomba untuk membuat jejaring sosial yang ramai dengan penggunanya. Negara mana yang sibuk dengan actionnya dalam kesuksesan membuat jejaring sosial? Jepang punya LINE Korea punya KAKAO

Festival Otak Second

Pada suatu hari di Jepang, tepatnya di kota Tokya, diadakan festival otak sedunia. Yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Pada festival tersebut dipamerkan dan dijual otak2 manusia dari seluruh dunia. Otak second pastinya. Masing-masing negara mengirimkan satu buah otak untuk diwakilkan. Dari sekian ratus otak second, setelah

Penyesalan bisa Hadir Di Depan

“Menyesal memang datangnya dibelakang” Kata itu yang sering muncul saat kita mengalami kekhilafan, salah dalam mengambil keputusan atau ketika tergesa-gesa tanpa berpikir panjang dalam mengambil keputusan. Setelah merasakan efek dari keputusan kita yang Hasilnya diluar dugaan. *Sudah Ga usah nangis lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Dimakan saja.